sebenarnya udah lama pengen nulis sesuatu tentang propinsi istimewa yg telah kutinggali selama 20 th ini. tapi baru skarang kesampean
Yogyakarta
kota budaya, kota pelajar, kota gudeg, dll
kota budaya : dengan budayanya yang kental, masyarakatnya yang masih sangat berjiwa seni, dan tempat-tempat peniggalan masa lalu yang hingga kini masih terjaga dengan baek. aspek-aspek kehidupan masyarakatnya pun penuh dengan filosofi budaya yang kuat.
kota pelajar : begitu banyaknya sekolah, baik negeri maupun swasta yang mempunyai kualitas tinggi ada disini. mengakibatkan banyaknya pelajar yang berdatangan ke kota ini
kota gudeg : apalagi kalo bukan karena banyaknya gudeg di kota ini...
itulah yang pernah kurasakan selama bertahun-tahun. namun sekarang perlahan-lahan hal diatas mulai hilang
kota budaya -> kota urban :
inilah yang paling aku sayangkan. budaya yang dibangga-banggakan kota ini lambat laun memudar. adat-adat yang dulu rutin dilakukan kini mulai jarang ditemui, tempat-tempat bersejarah yang mempunyai nilai seni tinggi berganti dengan bangunan-bangunan komersil, filosofi-filosofi kehidupan masyarakat jogja juga mulai hilang.
rasulan, tirakatan, kenduri dll, masih nemu acara begituan ?paling cuma di sebagian keciiiil jogja.
malioboro sekarang : cuman bagus di tipi doang, aslinya, kok begitu ???
museum affandi : remaja sekarang pasti banyak yang belum pernah memasukinya....
bahasa jawa (krama, krama inggil) : remaja sekarang, " basiii kaleeee....hari gini gitu loooohhh"
dan masih banyak lagi.....
satu yang sangat bikin aku kecewa berat : nama jalan
menurut yang aku denger, dulu tu nama-nama jalan di jogja mengandung arti yg sangat dalem... berawal dari utara (kaliurang-merapi) sampe ke selatan (keraton) nama jalan mengandung arti yang ringan kemudian dan semakin ke selatan nama jalan semakin mengandung arti yg dalem. hal tersebut mengandung arti bila kita mengarah ke selatan maka berarti akan mendekati tempat sultan (keraton). gmana gak keren tuh filosofinya! namun sekarang malah diganti semua tu nama.....
kota pelajar -> kota main2 :
pada awalnya memang orang yang sekolah di jogja berniat untuk belajar bener-bener. namun skarang aku yakin yang bener-bener belajar tu gak nyampe 50%-nya
kota gudeg -> kota nasi kucing :
sekarang lebih gampang nyari nasi kucing daripada gudeg
prihatin-prihatin pokoknya melihat jogja yang semakin amburadul !!!!!
Wednesday, August 29, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
1 comment:
jogja sebagai kota budaya, sejajar dengan roma, PARIS, TOKYO, DAN KOTA-KOTA BERSEJARAH DIDUNIA LAINNYA.
sudah sepantasnya jogja mempertahankan predikatnya sebagai kota budaya...
save jogja heritage now!!!!
hamemayu hayuning bawono
http://qolbimuth.wordpress.com/2008/04/08/save-jogja-heritage/
Post a Comment